Text
Ketika Orang Jawa Nyeni
Dari segi fungsi sosialnya, daya tarik pertunjukan rakyat terletak pada kemampuannya sebagai pembangun dan pemelihara solidaritas kelompok (Kayam, 1977:6). Dari pertunjukan rakyatlah masyarakat memahami kembali nilai-nilai dan pola perilaku yang berlaku dalam lingkungan sosialnya. Peranan serupa itu tampaknya sekarang menghadapi tantangan besar. Sampai saat ini, tradisi seni modern yang berkembang di Indonesia masih didominasi oleh jiwa keseriusan. Hal ini membuka peluang untuk masuknya unsur humor. Oleh karena seni tradisional Jawa, terutama yang diteliti. selalu menampilkan adegan humor baik yang berdiri sendiri maupun yang disisipkan dalam adegan-adegan lain, peluang ini sesungguhnya dapat diisi dengan segera oleh mereka. Kecenderungan serupa itulah yang sesungguhnya mengangkat popularitas Jalal, Suroto, Joni Gudel, Gepeng, dan Srimulat. Bagi sebagian besar tokoh tersebut seni tradisional merupakan sekolah untuk menjadi seorang pelawak.Beberapa bentuk seni tradisional Jawa mulai menipis penggemarnya dan dihadapkan pada beberapa tantangan akibat perubahan sosial budaya yang terjadi di Indonesia. Perubahan sosial budaya tersebut antara lain adalah perkembangan teknologi komunikasi, perubahan sistem sosial, dan perubahan sistem nilai. Perubahan atas hal-hal itu membuahkan tuntutan-tuntutan baru pada seni tradisional, yaitu tuntutan akan keunikan dan akan kemampuan merangsang keinginan penonton yang mulai malas meninggalkan rumah.
Tidak tersedia versi lain