Text
Ikatan Silang Budaya: Seni Serat Biranul Anas
Perkembangan seni rupa Indonesia sejak awal Abad ke-20 dibayangi dua ideologi seni. yaitu ideologi seni Barat dan ideologi seni Indonesia. Karya-karya Biranul Anas mencerminkan kenyataan ini. Seni serat yang dikembangkannya dikenalnya melalui perkembangan semi serat kontemporer di Amerika Serikat. Seperti seniman serat kontemporer di Amerika. ia menggunakan media serat ini untuk menampilkan ekspresi. Dalam mengembangkan karya-karyanya intuisinya menghela ia untuk mempertahankan aspek dua dimensi seni serat dan tidak larut ke percobaan membangun seni serat yang konstruktif. Perkembangan ini membuat ia dekat dengan seni tekstil tradisional Indonesia. Persepsinya tentang gejala estetik memungkinkan ia mengembangkan praktek seni di dunia non-Barat yang tidak mengenal istilah "seni". Menangkap refleksi perempuan pada gejala estetik seni tekstil tradisional Indonesia ini lalu memasukkannya ke bahasa ungkapan pada karya-karyanya untuk menghadirkan pesona estetik yang tidak bisa dipisahkan dari ekspresi. Ungkapan Anas sejak 2005 mengangkat salah satu persoalan paling aktual sekarang ini sebuah persoalan universal yaitu masalah gender. Tanpa sengaja karya-karya Biranul Anas menyodorkan kesimpulan yang masih menggantung pada pemikiran estetik transkultural. Karya karyanyamemperlihatkan transformasi gejala estetik (?ragam hias) dari kondisi yang tidak mengenal kata seni / art, ke kondisi di mana sebuah kata tunggal digunakan untuk mencari makna mendasar pada gejala seni. Perkembangan linier yang memperlihatkan sejarah pemahaman gejala estetik ini yang dicari pemikiran estetik?transkultural.
Tidak tersedia versi lain