Text
Wiraswasta Cuci Cetak Foto Hitam Putih
Mencetak foto hitam putih yang disebut juga afdruk foto, bukan merupakan pengetahuan baru, melainkan sudah berkembang sesuai dengan tuntutan zaman, yang pada era globalisasi ini bisa dikatakan sudah mencapai puncak kecanggihannya. Hal ini dapat kita lihat pada studio foto yang terus meningkat, baik kualitas maupun kuantitasnya. Di tengah kecanggihannya itu, menurut pengamatan di lapangan, ternyata masih tinggi tingkat kebutuhan masyarakat terhadap afdruk foto secara konvensional. Persoalannya adalah bagaimana keterampilan cuci cetak foto hitam putih ini dapat menjadi mata pencaharian masyara kat, khususnya kawula muda putus sekolah. Keterampilan ini dapat dipelajari sendiri dari buku-buku yang banyak dijual belikan di toko buku. Peralatannya pun tidak sulit didapatkan di foko peralatan fotografi. Oleh karena itu, diperlukan kemau an keras untuk memahami dan menguasai keterampilan ini agar dalam waktu yang relatif singkat dapat dijadikan profesi yang menghasilkan keuntungan. Lewat buku ini penulis mengajak masyarakat berani membuka usaha cuci cetak foto hitam putih secara kecil-kecilan dengan modal sederhana sebagai mata pencaharian. Untuk itu di dalam buku ini disajikan ilmu praktis dengan bahasa sederhana tentang bagaimana mengenal kamera foto, mengetahui proses kerja kamera, proses mencuci film, dan proses mencetak, serta anggaran biaya yang diperlukan sebagai dasar untuk mendalami pekerjaan cuci cetak foto hitam putih. Di samping mempelajari buku secara teoritis, untuk langkah selanjutnya diperlukan penelitian praktis dan uji coba. Lebih penting lagi adalah dukungan modal dan kemauan keras sebagai kriteria yang perlu dimiliki membuka usaha cuci cetak ini.?
| B-01264-10 | 771.1 Nab w c.1 | Perpus BBPPMPV SB (Almari 771) | Tersedia |
| B-01265-10 | 771.1 Nab w c.2 | Perpus BBPPMPV SB (Almari 771) | Tersedia |
Tidak tersedia versi lain