LIBSENBUD

Balai Besar Pengembangan Penjaminan Mutu Pendidikan Vokasi Seni dan Budaya Yogyakarta

  • Beranda
  • Informasi
  • Berita
  • Bantuan
  • Pustakawan
  • Masuk
  • Area Anggota
  • Pilih Bahasa :
    Bahasa Arab Bahasa Bengal Bahasa Brazil Portugis Bahasa Inggris Bahasa Spanyol Bahasa Jerman Bahasa Indonesia Bahasa Jepang Bahasa Melayu Bahasa Persia Bahasa Rusia Bahasa Thailand Bahasa Turki Bahasa Urdu

Pencarian berdasarkan :

SEMUA Pengarang Subjek ISBN/ISSN Pencarian Spesifik

Pencarian terakhir:

{{tmpObj[k].text}}
Image of Kidung Malam

Text

Kidung Malam

Herjaka HS - Nama Orang;

Dalam novel ini, Durna tampil manusiawi yang sedikit banyak memancing rasa simpati. Dan itu tanpa upaya merehabilitasi nama Durna. Herjaka memang tidak memberi fakta-fakta baru. Ja tetap setia dengan pakem yang ada. Termasuk sekadar fakta pelengkap dimana Batari Wilutama (bukan Dewi Krepi) sebagai istri Durna, atau Srikandi (bukan Drupadi) sebagai aksentuasi, penegasan dan penggambaran yang menyentuh. Diawali dengan situasi konflik antara Kurawa dan Pandawa dimana Durna masuk ke dalam pusaran ini, sampai perasaan sentimentilnya terhadap Wilutama dan Aswatama, dendam membaranya terhadap Durpada, dan kegundahan atas sikap tidak adilnya terhadap Ekalaya. Termasuk juga penggambaran yang halus mengenai gaya persuasi Dewi Gendari, dan perasaan Aswatama terhadap anak pujan Drupada merupakan bagian dari versi pakem yang ada. Namun Herjaka memilih poin bercerita pada emosi manusia, serta memberi Dewi Anggraeni. Satu hal yang tak kalah menarik bahwa tokoh yang diangkat ini adalah Durna, tokoh yang jarang diangkat secara tunggal. Sebagai tokoh yang diposisikan antagonis, bisa dikatakan bahwa Durna cuma dipandang sebelah mata oleh masyarakat. Berbeda dengan Karna, misalnya, yang meski berseberangan dengan Pandawa tapi dikagumi sampai dijadikan pilihan nama untuk anak, termasuk Soekarno. Padahal Durna adalah tokoh penting yang berperan dalam sejumlah lakon. Terutama, misalnya dalam Dewa Ruci meski versi mainstreamnya mencitrakan Durna sebagai guru yang menyalahgunakan otoritasnya untuk membunuh Bima. Sedangkan versi marginalnya menempatkan Durna sebagai sarana agar Bima menemukan jati dirinya.


Ketersediaan
B-0040-13813 Her k c.1Perpus BBPPMPV SB (Almari 813)Tersedia
Informasi Detail
Judul Seri
-
No. Panggil
813 Her k
Penerbit
Yogyakarta : Tembi Rumah Budaya., 2010
Deskripsi Fisik
xv, 150 hlm, ilus, 21 cm
Bahasa
Indonesia
ISBN/ISSN
978-979-17402-2-7
Klasifikasi
813
Tipe Isi
-
Tipe Media
-
Tipe Pembawa
-
Edisi
Pertama, Cet.1
Subjek
NOVEL
FIKSI
Info Detail Spesifik
-
Pernyataan Tanggungjawab
-
Versi lain/terkait

Tidak tersedia versi lain

Lampiran Berkas
Tidak Ada Data
Komentar

Anda harus masuk sebelum memberikan komentar

LIBSENBUD
  • Informasi
  • Layanan
  • Pustakawan
  • Area Anggota

Tentang Kami

Senin - Kamis :
Buka : 08.00 AM
Istirahat : 12.00 - 13.00 PM
Tutup : 16.00 PM
Jum'at :
Buka : 08.00 AM
Istirahat : 12.00 - 13.00 PM
Tutup : 16.30 PM

Cari

masukkan satu atau lebih kata kunci dari judul, pengarang, atau subjek

Donasi untuk SLiMS Kontribusi untuk SLiMS?

© 2026 — Senayan Developer Community

Ditenagai oleh SLiMS
Pilih subjek yang menarik bagi Anda
  • Karya Umum
  • Filsafat
  • Agama
  • Ilmu-ilmu Sosial
  • Bahasa
  • Ilmu-ilmu Murni
  • Ilmu-ilmu Terapan
  • Kesenian, Hiburan, dan Olahraga
  • Kesusastraan
  • Geografi dan Sejarah
Icons made by Freepik from www.flaticon.com
Pencarian Spesifik