Text
Gairah untuk Hidup dan untuk Mati
Jepang, yang telah mencapai puncak modernisasi, membuat hidup masyarakatnya menjadi serba otomatis dan praktis. Akibatnya, masyarakat Jepang merasa menjadi manusia ter- baru dan diburu. Hal ini merangsang kebosanan dan menjadikan mereka kehilangan gairah hidup serta nilai-nilai hidup. Apabila dalam hidup yang telah kehilangan nilai-nilai itu harga diri mereka terkoyak, tidak ada jalan lain yang harus ditempuh selain bunuh diri. Bagi orang Jepang, harga diri adalah segala-galanya, seperti yang dikatakan Rukoyo-ciang (tokoh utama novel ini) kepada adiknya, ... Aku ingin hidup, tapi harga diri menyuruhku memilih mati. Hidup yang dipaksa meneruskannya, bukan perbuatan yang bertanggung jawab ? Begitulah intisari dari novel berjudul Gairah Untuk Hidup dan Untuk Mati buah karya Nasjah Djamin ini. Dengan membaca novel ini kita jadi tahu visi orang Jepang mengenai hidup, harga diri, dan bunuh diri. Bagi mereka, bunuh diri demi mempertahankan harga diri sama terhormatnya dengan hidup itu sendiri.
| B-000942-08 | 813 Nas g c.2 | Perpus BBPPMPV SB (Almari 813) | Tersedia |
| B-000941-08 | 813 Nas g c.1 | Perpus BBPPMPV SB (Almari 813) | Tersedia |
Tidak tersedia versi lain