Text
Bharatayuda: Ajaran Simbolisasi Filosofi dan Maknanya bagi Kehidupan Sehari-hari
Perang Bharatayuda tidak hanya sekadar menceritakan kedahsyatan perang saudara antara Kurawa dan Pandhawa. Lebih dari itu, muatan filosofi yaitu penundukan hawa nafsu untuk mendapatkan kemuliaan hidup tersaji secara apik di dalamnya. Sengsara dan derita adalah buah dari hasrat atau keinginan yang sangat. Dalam terminologi agama samawi, melalui hasrat/ambisi inilah setan merasuki darah, akal, dan jiwa anak cucu Adam. Manusia yang diciptakan sebagai makhluk terbaik, turun derajatnya menjadi makhluk terhina. Lihatlah, Prabu Mahabisa pun terusir dari kahyangan turun ke madyapada karena hasratnya untuk melihat aurat Dewi Gangga. Simak pula bagaimana ambisi Dewi Durgandini agar anak-anak keturunannya menjadi Raja Binathara. Padang Kurusetra pun banjir darah karena hasrat manusia. Dari peristiwa tragis perang saudara antara Kurawa dan Pandhawa terpampang jelas berbagai watak manusia dari watak terjahat hingga watak mulia. Masing-masing watak akan membawa konsekuensinya masing-masing.
| B-00450-09 | 899.221 Waw b c.1 | Perpus BBPPMPV SB (Almari 899) | Tersedia |
Tidak tersedia versi lain